welcome into the fleworld

Monthly Archives: February 2012

Mengacu pada malam meracau
Semakin kacau
Yang kata orang,
Dinamai: galau.
Serupa dinding beton yang ditalu
Seribu satu
Manusia menyerbu.
Ketika riuh berpusing mendesing
Tepuk ramai orang bersahut menyahut
Saling memagut
Bagai bibir bertaut, saling sambar menyambar.
Coba samakan gerisik
Kelakar pada ranting kering
Yang berjelaga
Laiknya lusinan pirates Tortuga, terbelenggu mantra
Jauhlah kiranya dari peradaban,
Hingga jeritan membahana tanpa tatakrama.

Tak hendak tanda hening.
Meski tanpa suara,
Tapi riuh tetap di sana: dunia maya
Serentetan kalimat ditodongkan
Tidak pula akan berhenti
Tak jua beranjak,
Hening bagaikan mati
Tapi ia belum mati
Konon hanya mati suri.

Barangkali ia kini ‘tlah dewasa
Menggenggam asa
Bara dan debar-debar di dada
Mengepulkan aura, serupa la nina
Melagu pada pucuk tertetes air
Sementara konstanta sibuk merayunya untuk turun jelajahi bumi
Hening masih saja memojok
Tanpa berkata-kata, meski lirih
Ia tetap tersungkur, dan hening.

 

 

Pati, Monday, 20 February 2012
Fleyora (a.k.a Anandha)
11:45

Advertisements

Setelah menonton siaran ulangnya di televisi, kini saatnya membuat recap Grammy Award ke 54 lalu. Perhelatan akbar Grammy Award ke-54 diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat pada hari minggu 12 Februari 2012 waktu setempat untuk menghargai musik dan artis terbaik di seluruh aliran. Berikut adalah daftar pemenang penghargaan tersebut:

 

– Rekaman terbaik tahun ini – “Rolling In The Deep” Adele

– Album tahun ini: “21” Adele

– Penyanyi terbaik tahun ini: “Rolling In The Deep” Adele Adkins dan Paul Epworth (penulis lagu terbaik).

– Artis pendatang baru terbaik: Bon Iver

– Penyanyi solo pop terbaik: Adele “Someone Like You”

– Album rock terbaik: Foo Fighters “Wasting Light”

– Duo pop terbaik:  Tony Bennett and Amy Winehouse “Body and Soul”

– Album pop terbaik: Adele “21”

– Album rap terbaik: Kanye West “My Beautiful Dark Twisted Fantasy”

– Album instrumental pop terbaik: Booker T. Jones “The Road From Memphis”

– Rekaman tari terbaik:  Skrillex “Scary Monsters dan Nice Sprites”

– Album tari terbaik: Skrillex “Scary Monsters dan Nice Sprites”

– Album pop penyanyi tradisional terbaik: Tony Bennett & Artis lainnya “Duets II”

– Penyanyi rock terbaik: Foo Fighters “Walk”

– Penyanyi hard rock/metal terbaik: Foo Fighters “White Limo”

– Lagu rock terbaik: Foo Fighters (penulis lagu) “Walk”

– Album musik alternatif terbaik: Bon Iver “Bon Iver”

– Penyanyi R&B terbaik: Corinne Bailey Rae “Is This Love”

– Penyanyi R&B tradisional terbaik: Cee Lo Green & Melanie Fiona “Fool for You”

– Lagu R&B terbaik: Cee Lo Green, Melanie Hallim, Jack Splash (penulis lagu) “Fool for You”

– Album R&B terbaik: Chris Brown “F.A.M.E”

– Penyanyi rap terbaik: Jay-Z & Kanye West “Otis”

– Penyanyi rap terbaik (kolaborasi): Kanye West, Rihanna, Kid Cudi & Fergie “All of the Lights”

– Lagu rap terbaik: Jeff Bhasker, Stacy Ferguson, Malik Jones, Warren Trotter & Kanye West (penulis lagu) “All of the Lights”

– Penyanyi solo musik country terbaik: Taylor Swift “Mean”

– Duo/grup country terbaik: The Civil Wars “Barton Hollow”

– Lagu country terbaik: Taylor Swift (penulis lagu) “Mean”

– Album country terbaik: Lady Antebellum “Own The Night”

– Album new age terbaik: Pat Metheny “What`s It All About”

– Penyanyi jazz improvisasi terbaik: Chick Corea “500 Miles High”

– Album vokal jazz terbaik: Terri Lyne Carrington & Various Artists “The Mosaic Project”

– Album instrumental terbaik: Corea, Clarke & White “Forever”

– Album ensemble jazz terbaik: Christian McBride Big Band “The Good Feeling”

– Penyanyi musik gospel terbaik: Le`Andria Johnson “Jesus”

– Lagu gospel terbaik: Kirk Franklin (penulis lagu) “Hello Fear”

– Lagu Kristen kontemporer terbaik – Laura Story (penulis lagu) “Blessings”

– Album gospel terbaik: Kirk Franklin “Hello Fear”

– Album musik kontemporer Kristen terbaik: Chris Tomlin “And If Our God Is for Us…”

– Album pop latin, pop, atau urban: Mana “Drama y Luz”

– Album Meksiko terbaik:Pepe Aguilar “Bicentenario”

– Album norteno terbaik: Los Tigres Del Norte “Los Tigres Del Norte and Friends”

– Album Latin terbaik: Cachao “The Last Mambo”

– Album Americana terbaik: Levon Helm “Ramble at the Ryman”

– Album bluegrass terbaik: Alison Krauss & Union Station “Paper Airplane”

– Album blues terbaik: Tedeschi Trucks Band “Revelator”

– Album folk terbaik: The Civil Wars “Barton Hollow”

– Album musik daerah terbaik: Rebirth Brass Band “Rebirth of New Orleans”

– Album reggae terbaik: Stephen Marley “Revelation Pt. 1: The Root of Life”

– Album musik dunia terbaik: Tinariwen “Tassili”

– Album anak-anak terbaik: Various Artists “All About Bullies … Big and Small”

– Album kata terbaik yang diucapkan: Betty White “If You Ask Me (And OfCourse You Won`t)

– Album komedi terbaik: Louis C.K. “Hilarious”

– Album musik teater terbaik: “The Book of Mormon”

– Video klip singkat terbaik: Adele “Rolling in the Deep”

– Video klip panjang terbaik: Foo Fighters “Foo Fighters: Back and Forth”


Waah, ini tanggal 14 Februari yaaa… udah hari kasih sayang nii. Tapi, lama-lama kok ya bosen juga. Habisnya udah tiap tahun dirayain. Huuufft…. Hari gini kok cuma kasih sayang. Sekali-sekali hari kasih uang gitu lho. qiqiqiqiq :p

Hehhe…. Okay, berikut ini ada beberapa gombalan dari berbagai site. Silahkan dipilih yang pas buat kamu. Kata-kata ini bisa juga digunakan di hari-hari lainnya. Karena setiap hari adalah hari kasih sayang. Oke, langsung saja silahkan pilih yaaa :

======================================================

Saat menatapmu, aku takut menyentuhmu. Saat menyentuhmu, aku takut menciummu. Saat menciummu, aku takut mencintaimu. Saat mencintaimu, aku takut kehilanganmu. Sahabat itu manis kalau baru. Lebih manis kalau jadi cinta. Tapi yang paling manis kalau itu adalah kamu.

======================================================

Jika air adalah ciuman, aku akan kirimkan lautan. Jika pelukan adalah daun, aku akan kirimkan pohon. Jika cinta itu abadi, kutawarkan keabadian cintaku padamu!

======================================================

Kutuliskan namamu di langit, angin meniupnya. Kutuliskan namamu di laut, badai membawanya. Kutuliskan namamu di hatiku, cinta namanya.

======================================================

Ada 12 bulan dalam setahun, 30 hari dalam sebulan, 7 hari dalam seminggu, 60 detik dalam satu jam. Tapi hanya ada kamu seorang sepanjang hidupku.

======================================================

Dalam benak orang bijak ada ide, solusi dan alasan. Dalam benak para ahli ada formula kimia, teori dan rumus. Di dalam benakku, hanya ada kamu!

======================================================

Ah aku lupa namamu, boleh aku memanggilmu milikku? Dan kamu juga lupa namaku. Kamu boleh memanggil aku milikmu kok.

======================================================

Hei kamu! Kamu tadi kemana aja dicariin polisi. Karena kamu mencuri hatiku..

======================================================

Aku dan kamu itu malaikat dengan satu sayap. Jadi kalau kamu nggak bisa terbang, boleh nggak sih aku menemani kamu?

======================================================

Boleh nggak sih aku bilang aku cinta kamu hari ini? kalau besok gimana? besok lusa? besoknya besok lusa? gimana kalau selamanya?

======================================================

Yang ini nihh, gombalan ala OVJ:

cowok : bapak kamu tukang bunga ya?

cewek : kok tahu sih?

cowok : karena kalau aku melihat kamu mataku jadi berbunga bunga

======================================================

cowok : kamu di kejar polisi loh?

cewek : emang kenapa?

cowok : karena kamu telah mencuri hatiku?

======================================================

cowo: bapak neng tukang bakso yah??

cewe:koq tau sih bang??

cowo:iya, soalnya tadi gerobaknya di bawa sama satpol PP

cewe:@#%$&%^

======================================================

cowok: kamu lagi ngapaend tuh

cewek: agey nonton tv ajah “kamu”

cowok: agey di jalan nie,,,

cewek: mau ke mana,,,

cowok: mau ke hatimu,,,,

cewek:(tersipu malu) “sama siapa ” cowok: sama kamu,,,

======================================================

Co: Bapa kamu nelayan yah ?

Ce: Kok tau sich ?

Co: Karna kau telah menebar jaring cinta dihatiku

======================================================

Cowok : eh jangan duduk deket bunga-bunga

Cewek : loh emang kenapa ?

Cowok : nanti bunga-bunganya layu

Cewek : kok bisa ?

Cowok : mereka layu karena mereka malu kalah cantik sama kamu ======================================================

cowok: ada kolektor tadi ya k rumah kamu??

cewek: kok tau??

cowok: karna kau belum mengembalikan hati aku!!

======================================================

cowok: neng kmu tau ga prbedaannya monas dgn diriku

cewek: ga bg, emg apa

cowok:kalau monas punya negara kalau aku punya kamu

======================================================

Cewek : Bapak kamu kerja di Batubara ya,,,

Cowok : Lho ko kamu tau sich,,,

Cewek : Yaiyalah aku tau orang kamu aja bau Solar hahahahahah

======================================================

cowok : ayah kmu punya pabrik lem ya ?

cewek : kok tau ?

cowok : karena hati mu selalu nempel di hati ku

======================================================

cowo : Bapak kamu tukang ketoprak yah ?

cewe : kok tau ?

cowo : karena kamu telah mengulek hati ku .

======================================================

cowok: kemarin pembukaan seagames apinya sempat mati lho

cewek: oh yah?

cowok: iya.. seharusnya panitia memakai api cintaku padamu saja, soalnya tak akan pernah padam walau hujan dan angin menerpa sekalipun.

Nahhh, ala kaskus yang berikut ini, bisa juga dijajal yaaa….

======================================================

Jika aku disuruh memilih… untuk bernapas atau mencintaimu. Aku akan menggunakan napas terakhirku untuk mengatakan “aku mencintaimu”

======================================================

Jika ada 100 orang yang mencintai kamu pastilah aku salah satu dari mereka

Jika ada 10 orang yang mencintai kamu pastilah aku juga salah satu dari mereka

Jika tak ada 1 orang pun yang mencintai kamu pastilah saat itu aku sudah tidak ada di dunia, karena aku tidak bisa memilikimu

======================================================

Cowok : kenapa malem ini gelap banget ya

Cewek : mendung kali kak

Cowok : kayaknya nggak dech

Cewek : trus napa emang?

Cowok : soalnya bulannya sedang menerangi dan menemaniku disini

======================================================

Aku udah pernah jatuh dari jembatan, aku udah pernah jatuh dari tangga. Semuanya gak enak. Tapi ada satu jatuh yang paling enak, yaitu jatuh cinta sama kamu

======================================================

yank…rasa kangen aku sama kamu ibarat mencret… susah nahannya …

======================================================

cowo: hmmm,mba mba aduh liat ga si mba ada yang jatuh nih barusan cw:ha? knp mas?? ada apa mungkin saya bisa bantu cariin,apa yang jatuh mas?. cowo: hatiku mba yang jatuh ketika melihat mata mu,

======================================================

Cow : “Kalo IPS apa artinya?”

Cew : “Ilmu Pengetahuan sosial Bang”

Cow : “Kalo IPA?”

Cew : “Ilmu Pengetahuan Alam”

Cow : “Kalo KPK?

Cew : “Komisi Pemberantasan Korupsi”

Cow : “Salah.., tapi artinya, Kamu Punya Ku..”

======================================================

Cow : “Neng, Bapak kamu kerjanya jadi HRD ya?”

Cew : “Mang nape Bang?”

Cow : “Soalnya kalo lihat Neng bawaan aku mau ngelamar mulu nih..”

======================================================

Cow : “Kalo rajin pangkal apa?

Cew : “Pangkal pandai”

Cow : “Kalo hemat pangkal apa?”

Cew : “Kaya”

Cow : “Malas pangkal?”

Cew : “Bodoh..”

Cow : “Trus kalo kamu pangkal??”

Cew : “Hah..?!?! pangkal apaan ya?!?”

Cow :”Kamu itu.. pangkal-an hatiku..”

======================================================

Cwo; apa bda kmu sma matrai….

Cwe; ga tau, mang apa,..?

Cwo; klau matrai nempel di krtas, klu neng nempel di hti ku….

======================================================

Mudah-mudahan Cinta kita bisa lengket terus kaya alfamart sama indomart yg selalu sebelahan.

======================================================

Kamu baru nyanyi “ambilkan bulan, bu”? Gak usah menyuruh ibumu…kan kuambil bulan untukmu

======================================================

Saat aku nggak SMS ke kamu, bukan berarti aku melupakanmu, tapi aku hanya memberi waktu buat NGANGENIN AKU !!

======================================================

Buat yang uangnya limit, silahkan coba mengganti coklat dengan gombalan, pasti seru!!! Silahkan ber ‘eaaaa….eaaaaa…’ okay ^^


Kedadeyan ing dina Minggu awan, 4 Februari 2012 kurang luwihe jam 12.30, ngepasi bakdal Dzuhur kuwi pancen marakake mbediding. Wektu kuwi aku karo adhiku lagi nonton TV ing jero omah. Kanthi tanpa pratanda ujug-ujug ana suwara rame banget kaya seng di kipat-kipatake lan ditabrak-tabrakake. Amarga kebrebegen, aku dadi penasaran karo suwara kuwi.

Dak mat-matke suwarane kaya tambah cedak. Banjur aku lan adhiku metu omah. Rikala semana jebul tangga sebelah uga metu amarga penasaran suara apa sing mbrebegi kuping.

Nanging apa sing tak deleng rikala kuwi pancen ora umum. Ono bentuk koyo corong gedhe banget, isine seng sekitar telung ler, pemean, lan barang-barang cilik akeh banget, mubeng-mubeng kayata kumbahan sing diputer ing jero mesin cuci. Aku nate nonton angin sing kaya kuwi amung ing layar TV. Blais tenan yen nganti daerah omahku kesawut ‘penthil muter’. 😥

Aku, adhiku, lan tanggaku mung ngadeg ngeweh nonton kedadeyan kuwi. Rikala semana aku ngadeg karo ngewel. Wedi tenan yen angin kuwi ngliwati omahku. Awakku adem panas golek cekelan, amarga angine ngarah maring daerahku. Nanging kasunyatane ora. Angin mau menggok menyang arah terminal banjur ngilang. Atiku tetep deg-degan amarga wedi yen ana kedadeyan kaya kuwi maneh.

Hyak, sudah cukup pusing ya?? Hehehhe. Okay. Memang ulasan angin yang menyapu daerah Pati Kota di hari itu telah sampai pada media pers Nasional, dan yang kemudian saya hadapi adalah pertanyaan tentang apa yang terjadi, bagaimana keadaan saya, sebagian ada yang mengkonfirmasi, ada pula yang menanyakan apakah kejadian itu dekat dengan tempat tinggal saya.

Memang benar seperti itulah kejadiannya. Dari berbagai sumber dapat saya perolah informasi bahwa tidak ada korban tewas dalam peristiwa tersebut. Dari Jawa Pos dikabarkan,  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, bahwa angin tersebut menyebabkan satu korban luka berat. Selain itu, enam rumah dipastikan roboh akibat terjangan angin. Dua warung roboh, dan masing-masing satu balai desa, TK, dan SD rusak.

Selain menyebabkan rumah roboh, angin besar ini juga meninggalkan “jejak” kerusakan. Terhitung, 10 rumah, 2 warung 134 rumah warga mengalami kerusakan diikuti puluhan pohon tumbang. Untuk membantu warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung mengirimkan logistik ke pemukiman warga korban angin puting beliung. (jawapos dan kompas.com).

Sumber dari KRjogja.com yang didapat dari Kepala Kantor Kesabangpolinmas Kabupaten Pati, Sigit Hartoko. Menurut Sigit, Senin (6/2/2012) berdasarkan pendataan TK Rahmawati dan dua bengkel mobil milik Sukarso dan Teguh di Desa Sidoharjo roboh. Khusus untuk bangunan TK Rahmawati akan mendapat perhatian khusus agar bisa digunakan lagi.

Via Apakabarpati, 5 February 2012 sebuah mobil Sedan Corolla Nopol K 7965 EA, milik Teguh Suryo Utomo 35 tahun, warga Desa Sidoharjo RT 3 Rw 1 Kecamatan Pati, yang diparkir di depan rumahnya, tertimpa pohon penghijauan.

Pudji Astutik, salah satu Pemilik Warung roboh menuturkan, saat itu dirinya sedang menanak nasi, tiba-tiba mendengar suara gemuruh, begitu keluar, tiba-tiba warung tersapu angin hingga roboh.

Sementara itu, Parsinah, 75 tahun, warga Desa Semampir pingsan melihat datangnya angin yang bergemuruh hingga  membuat atap terasnya hancur berantakan. Warga bersama-sama melakukan perbaikan atap rumah mereka masing-masing, setelah dipastikan kondisi aman. Begitu juga dengan petugas Tagana dan DPU Pati, melakukan pemotongan terhadap pohon-pohon yang tumbang.

——————-

Saya sebagai penduduk asli Desa Sidoharjo memang melihat sendiri kejadian tersebut. suaranya begitu memekakkan telinga. Dari survey lapangan via akun twitter @sekitarpati, dapat diambil kesimpulan bahwa desa Dosoman, Sidoharjo, dan Semampir yang terkena dampak angin tersebut. Saat itu informasi saya peroleh bahwa masjid Al-Huda di Desa Dosoman terkena angin. Ada pula yang mengirimkan kabar bahwa baliho yang ada di simpang lima berputar.

Penasaran denga berita twitter yang begitu heboh, saya dan adik berpatroli untuk mengecek keadaan. Dan memang benar adanya. Banyak rumah yang rusak karena genting-gentingnya tersapu angin. Beberapa lembar seng jatuh di pekarangan warga Dosoman. SD dan masjid mengalami sedikit kerusakan.

Tampak kubah masjid melorot. warga segera memperbaiki segera setelah angin selesai berhembus.

Pohon di jalan HOS COkroaminto ada yang tumbang. Sementara di pintu keluar bus pada terminal pati, ada satu pohon tombang yang menimpa mobil. Hal lain yang saya lihat saat itu ada baliho nyasar di atap rumah bos edy. Beberapa antena parabola di kawasan tersebut tidak berbnetuk.

Di perempatan lampu merah Jalan Juru Martani semakin lama semakin ramai, banyak warga yg penasaran ingin menyaksikan hasil ‘kerja’ dari angin besar tersebut.

Gambar ini saya dapat dari grup Setulan, dipostkan oleh rekan Bayu Ariefianto. Nampak bangunan luluh lantak rata denan tanah.

Kemudian saya dan adik menuju ke pusat kota, atap seng toko selecta yang bertempat di perempatan Djago menyingkap. Setelah itu, kami menyudahi pengecekan dan kembali ke rumah.

Pada gambar tampak genting berjatuhan pada salah satu rumah warga.

Kini, setelah badai berlalu, saatnya mencari tahu mengenai apa yang terjadi kemarin. Dari beberapa sumber saya memperoleh info bahwa angin yang kemarin melewati kota Pati adalah ‘putting beliung’, salah satu varian dari angin tornado. Angin ini disebabkan oleh perbedaan tekanan udara yang sangat besar. Hal ini saya sadari setelah melihat hasil jepretan sendiri hari itu. Keanehan alam terjadi, langit berwarna gelap. Akan tetapi gelap ini tidak biasa terjadi. Padahal pagi harinya sempat panas sekali. Ayah saya nyeletuk pada waktu itu mengenai keanehan ini. Seperti pertanda angin besar. Karena, apabila kita cermati, bulan Februarari ini masih masuk musim penghujan. Maka aneh rasanya bila pagi hari itu panas sekali. Kemudian saya hubungkan dengan ilmu fisika, bahwa tekanan yang berbeda akan menimbulkan angin. Semakin besar tekanan, semakin besar pula angin yang akan terjadi.

Mendung yang janggal menyelimuti kota Pati sebelum angin datang. gambar yang saya ambil dengan kamera Blackberry onyx 1 ini telah saya resize tanpa menambahkan efek apapun pada hasil gambar..

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pada kata angin, disebutkan bahwa angin topan sama dengan angin puting beliung. Namun pada entri ‘topan’ disebutkan bahwa topan sama dengan angin ribut, badai. Kembali ke kata angin, angin ribut didefinisikan sebagai gerakan udara yang kecepatannya antara 32 dan 37 knot (mil per jam). Namun pada kata badai, dipaparkan bahwa badai adalah angin kencang yang menyertai cuaca buruk (yang datang dengan tiba-tiba) berkecepatan antara 64 dan 72 knot; topan.

Sedangkan sumber Wikipedia menyatakan bahwa angin adalah udara bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekelilingnya. Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengisi ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamakan konveksi.

Jadi, apa bedanya?

Dari kaskus saya memperoleh informasi, bahwa, apabila disejajarkan seperti diatas, akan nampak bahwa jenis-jenis angin kencang dibedakan dari kecepatannya dan besarnya, serta tingkat kerusakan yang diakibatkan. Angin puting beliung (angin ribut) melanda kawasan yang tak terlalu luas dan terjadi hanya dalam kisaran jam, sedangkan topan (badai) mampu meluluhlantakkan kawasan yang luas dan bisa bertahan berhari hari, bahkan lebih dari seminggu.

Di Amerika, dikenal istilah tornado yang merupakan jenis topan badai. Begitu juga dengan hurricane. Tornado merupakan badai lokal yang mempunyai diameter wilayah antara 50 m sampai lebih dari 1,5 mil. Sering muncul di Amerika pada saat udara dingin dari Canada bertemu dengan udara hangat dari Mexico. Angin dapat bertiup pada kecepatan 60 sampai lebih dari 320 mil per jam, menyebabkan lebih banyak kerusakan dibandingkan angin ribut. Tornado biasanya diikuti oleh hujan es dan petir. Jenis badai ini sangat sulit diprediksi karena durasinya yang pendek.

Salah satu jenis angin yang ada di Indonesia adalah angin bahorok. Angin bahorok adalah salah satu jenis angin fohn yang hanya terjadi di Indonesia, diambil dari nama salah satu daerah di Indonesia. Angin ini bertiup di daerah dataran rendah Deli Utara, Sumatra Utara. Karena datangnya dari arah kota Bohorok, maka dinamakan Angin Bohorok. Bohorok terletak pada arah barat-barat-laut dari Medan. Tanda-tanda terjadinya angin bahorok yaitu hawa panas yang muncul dari arah pegunungan bahorok dan dapat dilihat dari mulai mengeringnya daun-daun.

 

Apakah Tornado sama dengan Putting beliung?

Jawabnya ya. Perbedaannya hanya pada penyebutan dan skala intensitas Tornado, di Indonesia Tornado dikenal dengan sebutan angina putting beliung atau angina leysus, yang berbeda adalah dalam skala intensitasnya saja, di Indonesia tornado haya sedikit

Menurut Kamus Meteorologi (AMS 2000), tornado adalah “ suatu kolom udara yang berputar dengan kencang, timbul dari awan cumuliform atau dari bagian bawah awan cumuliform, dan sering ( tidak selalu ) tampak seperti funnel cloud.” Dengan kata lain, sebuah vorteks yang diklasifikasikan sebagai tornado, harus terhubung dengan permukaan tanah dan dasar awan. Ahli meteorology belum menemukan cara yang mudah untuk mengklasifikasi dan mendefinisikan tornado. Contohnya, tidak ada perbedaan yang jelas antara mesosiklon ( sirkulasi badai guntur induk ) di permukaan dengan tornado lemah yang besar. Sudah diketahui bahwa funnel pada tornado tidak tampak. Juga, pada kecepatan berapa dari awan ke permukaan tornado berawal.

Ternyata dibalik dahsyatnya tornado, angin ini menyimpan manfaat, yakni menjaga suhu daerah yang dilalui tornado agar daerah tersebut tidak terlalu dingin/panas karena tornado membawa angin dari derah lain yang biasanya dari daerah lebih dingin. Mungkin kalau tidak ada tornado banyak daerah yang menjadi gurun dan padang Es, seperti misalnya negara seperti amerika latin yang menjadi gurun akibat tidak ada tornado, atau seperti Negara-negara di Amerika serikat menjadi padang Es karena tidak ada tornado.

Mengenai ‘penthil muter’, istilah ini saya temukan ketika sedang browse informasi seputar tornado. Pertama kali membacanya, saya terpingkal karena terdengar begitu lucu. Menurut artikel yang saya baca, istilah ini diciptakan oleh salah satu TV lokal di Jawa Timur, JTV, pada program Pojok Kampung yang ditayangkan setiap pukul 21.30 WIB, dengan mengunakan Bahasa Jawa dialek Suroboyoan yang unik dan terdengar kasar. Masih merunut artikel tersebut, seringkali ada kata-kata baru yang diambil baik dari kata kuno, maupun rekaan sendiri yang kadang-kadang kedengaran aneh.

Kemudian, istilah ‘penthil muter’, ternyata sama dengan ‘puting beliung’ alias angin yang berputar-putar itu.Menurut si empunya blog yang mengepostkan artikel ini di tahun 2007, istilah ini terkesan dicomot begitu saja secara ‘mekso’ dari bahasa Indonesia. (http://bambangpriantono.multiply.com/journal/item/1800).

Puting = penthil

Beliung = muter

Hemm..bagaimana??

Hehe.. 😀

Kebudayaan Jawa yang begitu kaya sebenarnya telah mewariskan kepada kita dasanama untuk angin. Ambil contoh saja, bayu, braja, maruta, prahara, pawana, riwut, samirana, atau sebutan angin besar lainnya seperti topan dan leysus yang bahkan lebih agung dan halus. Maka, berbanggalah menjadi warga Negara Indonesia. Kemudian, untuk selanjutnya, satu tips dari teman saya, bila terjadi angin besar, bersembunyilah di dalam lubang, di dalam selokan, atau masuklah ke bunker. Semoga makin mawas dan awas sehingga alam menjadi kawan.

Sumber:

http://rengganiez.multiply.com/journal/item/552/Penthil_Muter-Muter

(http://bambangpriantono.multiply.com/journal/item/1800)

Jawa pos

Kaskus.com

Kompas.com

Liputan6.com

Microsoft Encarta 2007

Wikipedia


Setelah sukses menampilkan aksinya pada acara Pensi Tahun Baru, kini Tim Operet PIK-R ‘Taruna Ceria’ kembali didaulat berpentas dalam rangka Perayaan Natal di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Acara dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2012, bertempat di belakang Balai Desa Sidoharjo.

Mengusung kembali lakon ‘Lair Sajroning Kubur’, Tim Operet PIK-R ‘Taruna Ceria’ menunjukkan taringnya sekali lagi. Dengan format sedikit berbeda dari yang lalu, karena akan ada lakon ‘goro-goro’ alias dagelan. Sungguh menarik sekali, karena ini bukan dagelan biasa. Pun dagelan ini pada pertunjukan Pentas Seni Tahun Baru 2012 kemarin telah berhasil mengocok perut para penonton.

Kerabat kerja Tim Operet PIK-R 'Taruna Ceria' dan Dagelan Cilik beserta Pembina PIK-Remaja, Ibu Harini, dalam acara Perayaan Natal 2012 di Balai Desa Sidoharjo Kecamatan Pati Jawa Tengah.

Bagaimana tidak. Jargon-jargon khas dagelan dan logat Setulan yang medhok, membuat geli siapa saja yang mendengarnya. Tidak hanya karena olah tubuh yang lucu, tapi para pelakunya pun masih sangat menggemaskan, atau dalam bahasa masa kini disebut ‘unyu-unyu’, sebab dagelan ini dilakonkan oleh anak-anak kecil. Benar-benar kreatif. Dengan mengaitkan isi lawakan mereka dengan keadaan sebenarnya, membuat lawakan ini berbobot. Misalnya saja ketika salah seorang berkata yang kurang lebih intinya demikian,

“Kene go, tak kandhani. Kowe ngerti, sak uwise Desa Sidoharjo dipimpin Pak Siwoyo, saiki dadi tambah maju. Ibu-ibu dadi sregep ngaji”

(Hei kemari, kuberitahu sesuatu. Tau gak sih, semenjak Desa Sidoharjo dipimpin oleh Bapak Siswoyo, sekarang jadi maju. Ibu-ibu jadi rajin mengaji.)

Kemudian ada yang menimpali,

“Sing ndi leh wonge?”

(Yang mana sih orangnya?)

Lalu teman-temannya menunjukkan dengan ekspresi lucu,

“Iku lhoo..

(Itu lhoo..)

Gerrr. Penonton tertawa lepas, sedangkan bapak yang ditunjuk tersenyum simpul.

Semakin terpingkal-pingkal penonton dibuatnya ketika dagelan cilik ini menampilkan punchline mereka,

“Heh, kuwe ngerti aku mau prodong-prodong mrene iki ono opo?”

(eh, kalian tau gak sih aku tadi ke sini buru-buru ada apa?)

“Lha ono opo e, kok malah takon?”

(Emangnya ada apa sih? Kok malah balik nanya?)

Balas temannya.

“Isin aku!!”

(Aku malu!!!)

Jawabnya dengan muka bersemu merah.

“Ngomong a..ono opo leh?”

(Bicaralah..ada apa sih?)

Sambut temannya penasaran.

“Iyo bener, pancen Deso kene tambah maju bareng dipimpin Pak Siswoyo.”

(memang benar Desa ini tambah maju setelah dipimpin Bapak Siswoyo.)

Menghela nafas.

“Ibu-ibu kabeh dadi sregep ngaji nek sore. Nganggo klambi puteh-puteh do mangkat ngaji. Nanging, ono siji sing gak tak senengi..”

(Semua ibu jadi rajin mengaji di sore hari. Memakai baju serba putih berarak untuk mengaji. Tapi, ada satu hal yang tidak aku sukai..)

Kalimat menggantung membuat temannya penasaran, kemudian bertanya.

“Lha opo?”

(Apa memangnya?)

Dengan menutup muka gadis cilik ini melanjutkan.

“Ibukku dewe!!! Ora gelem ngaji!!!”

(Ibuku sendiri!!! Enggak mau mengaji!!!)

Terdengar tawa riuh penonton, disambut teriakan teman dagelannya,

“Lha adekmu menthil ae!!!!”

(Habisnya, adikmu menyusu terus!!!)

Penonton semakin terpingkal-pingkal.

Kemudian berakhir. Tepukan riuh menggema menyambut punchline yang sempruna malam itu.

Oleh karenanya, sungguh suatu kehormatan bila kolaborasi dagelan cilik dan operet disatukan dalam satu jalan cerita. Apalagi acara berikut adalah suatu perayaan sakral bagi umat Kristen dan Katolik Desa Sidoharjo.

Maka, yang terjadi selanjutnya adalah cerminan ‘Tri Rukun Umat Beragama’. Melambungkan ingatan kita kembali ketika kerukunan menjadi topik pembicaraan penting tatkala memasuki zaman orde Baru. Pada waktu itu pemerintah mengazas tunggal Pancasila, dan dari sinilah kemudian melahirkan apa yang dinamakan,

Tri Rukun Umat Beragama:

1. rukun umat seagama,

2. rukun antar umat beragama dan

3. rukun antar umat beragama dan pemerintah.

Ditengah gempita media pemberitaan yang acakadut, justru di sinilah kemurnian akan penghormatan terhadap sesama mahluk Tuhan ditunjukkan. Di sebuah Desa Bernama Sidoharjo. Suatu event merefleksikan sifat asli warga Pati, yang hidup saling menghormati. Sekelumit kisah disini, sudah merepresentasi toleransi tanpa tedheng aling-aling. Toleransi yang benar-benar sifat asli Pati.

Malam itu, setelah petuah-petuah Natal disampaikan, dilanjutkan dengan penyalaan lilin dan doa bersama, acara seni tari dan operet segera menyusul di belakangya.

Lakon yang menampilkan alur cerita seram serasa dialihkan sesaat ketika lakon ‘goro-goro’ muncul.

Mengusung tema dagelan berbeda, kelima komedian cilik ini beraksi. Tengok saja ketika mereka berlatih menyanyikan lagu.

Salah satu dagelan berkata pada temannya,

“Iki aku tak nyanyi, engko saut yoo?”

(Ini aku akan menyanyi, nanti disahut yaa?)

“Oke!!” Jawab kedua rekannya.

Kemudian ia mulai menyanyi salah satu lagu Rhoma Irama.

“Dulu aku gila padamu, dulu aku memang gila…”

Kedua rekannya mengayunkan tangan di depan rekannya yang menyayi, seolah-olah hendak merengkuh sesuatu. Merasa heran, dagelan pertama kemudian protes,

“Lho?? Kuwe iku lahopo?? Tak kon nyaut kok malah meneng ae?? Malah jogetan karepe dewe??”

(Loh?? Kalian ini lagi ngapain?? Tadi kan aku suruh menyahut. Kok malah diam saja?? Malah seenaknya sendiri??)

Dengan polos kedua rekannya menjawab,

“Lhoo..jarenem mau kon nyaut?? Iku dak wes tak saut aaa???”

(Lohh..kamu bilang tadi suruh kita menyahut?? Itu tadi sudah kita sahut??)

Gerrr. Ketawa penonton pun pecah.

Demikinlah, kolaborasi operet dan dagelan cilik berhasil merebut decak kagum penonton. Hingga pertunjukkan berakhir, perhatian penonton selalu tertuju pada pertunjukkan ini. Diiringi dengan hujan rintik, pembauran warga dalam kesakralan acara bersinergi. Tanpa memandang tutup kepala, tanpa memandang kau siapa aku siapa. Sebuah komposisi apik, mengusung kekayaan budaya lokal yang bersumber dari warisan leluhur. Mengingat derasnya arus budaya luar yang menyesaki ruang hidup kita, setidaknya masih banyak yang mencinta budaya bangsa. Salah satunya dengan menampilkan operet berbahasa Jawa, generasi muda semakin bangga akan tanah yang dipijaknya, terutama Pati Bumi Mina Tani tercinta.

Ketika seluruh pengisi acara dan penonton kembali ke rumah masing-masing di malam itu, diharapkan kesadaran akan makna kebersamaan semakin terpatri di lubuk hati. Tentang makna hari besar sebagai alat pemersatu umat manusia. Hingga tercipta toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Yang bila boleh saya melihatnya dari sudut sini, keduanya bagaikan dua sisi mata uang. Kerukunan berhubungan erat dengan toleransi; begitu pula sebaliknya. Keduanya menyangkut hubungan antar sesama manusia. Jika tri kerukunan (antar umat beragama, intern umat seagama, dan umat beragama dengan pemerintah) terbangun serta diaplikasikan pada hidup dan kehidupan sehari-hari, maka akan muncul toleransi antar umat beragama. Atau, jika toleransi antar umat beragama dapat terjalin dengan baik dan benar, maka akan menghasilkan masyarakat yang rukun satu sama lain. Begitulah hal yang dapat saya tangkap mengenai event yang diadakan di desa saya kali ini.

Dengan demikian, semoga damai akan tercipta di langit dan di bumi.

Beriring dengan selarik hyme ternama ‘Greater Doxology’ yang dalam bahasa Indonesia,

Kemuliaan bagi Tuhan di tempat yang Mahatinggi..

“Gloria in excelcis Deo.”


Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dibentuk untuk mengarahkan pergaulan ramaja masa kini agar mampu menghadapi segala pengaruh dari lingkungan sekitarnya. Beberaa hal negative seperti pergaulan bebas dan juga penyalah gunaan narkoba, hendaknya diperkenalkan. Hal ini penting untuk memberi pangetahuan tentang akibat-akibat yang timbul bila mendekati atau memasuki hal tersebut. Sebagai Pembina, tentu saja sebatas memberikan arahan. Tapi nantinya kembali lagi kepada pribadi itu sendiri untuk bijak memilah yang baik bagi kahidupan mereka.

Tujuan dibentuknya PIK Remaja antara lain adalah sebagai wadah untuk memberikan solusi, nasehat maupun jalan keluar bagi kawan sebaya yang mempunyai permasalahan pergaulan, reproduksi dan narkoba. Organisasi yang bernaung di bawah pokja 1 PKK Ds sidoharjo ini berkembang dengan pesat.

Banyak kegiatan yang telah organisasi ini lakukan. Dengan ikut aktif dalam pembinaan remaja setiap bulannya. Mengikuti lomba antar pik hingga tingkat propinsi, mengadakan kegiatan tahunan, dan msh bnyk lg yg lainnya.

Kegiatan PIK ini berkembang dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah acara pentas seni dalam rangka menyambut tahun baru 2012.

Persiapan acara dalam menyambut tahun baru 2012 sudah dilakukan warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sejak tiga bulan sebelumnya. Penyelenggara acara ini adalah pemuda pemudi warga Desa Sidoharjo, dengan pendukung acaranya adalah warga desa sendiri.

Kegiatan seperti halnya pentas seni ini sudah berlangsung sejak 2010-2011. Bahkan semakin bertambah tahun semakin ramai dan guyub berkat kerja sama antar sesama warganya. Memasuki tahun ke duanya, penggiat acara ini semakin banyak saja.

Antusiame warga terlihat dalam keterlibatan mereka untuk mendaftarkan putra putri mereka sebagai pengisi acara pentas seni ini.

PIK-R Taruna Ceria sendiri terbentuk pada tahun 2009. Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja sebagai wadah kegiatan positif bagi remaja dalam mengisi masa-masa tumbuh kembangnya, hendaknya pintar mencari peluang untuk memajukan organisasinya.

Bagai satu tubuh yang antar organnya saling bekerja sama supaya badan senantiasa sehat, seperti itulah kerja sama warga Desa yang satu ini. Antar divisi yang terpilah pilah menurut perannya masing-masing ini bekerja dengan serius mempersiapkan segalanya.

Penyelenggaraan acara pentas seni sendiri diselenggarakan hari Senin tanggal 2 Januari 2012. Persiapan panggung sudah dimulai siang harinya. Kedatangan panggung dan tenda tratag, disusul alat musik, sound system dan tata lampu.

Banyak pengisi acara yang sudah bersiap melakukan gladi. Dimulai dari paduan suara ibu PKK, kemudian paduan suara PIK-Remaja. Masing-masing mempersiapkan diri sesuai bagiannya.

Disusul dengan operet yang melakukan gladi sambil menyesuaikan lebar panggung dan setting in out yang nantinya dilakoni.

Kelar gladi bersih operet, tim tata panggung mengadakan checking untuk alat band dan lighting. Karena bintang tamu utama sudah hadir sore itu, maka segera didaulat untuk naik ke panggung. Acara jamming beerlangsung meriah. Pengecekan sound ini berlangsung dengan lancar dan sempurna. Semua-muanya tampak siap untuk acara malam nanti. Semua orang kembali ke rumah masing-masing untuk bersiap-siap.

 

Acara pensi pun dimulai tepat pukul tujuh malam itu. Hadirin dan tamu undangan sudah hadir di venue. Semua orang tampak antusias. Wajah mereka tampak sumringah. Mereka ini datang bersama keluarganya, bahkan ada yang membawa teman sebaya.

Sususan acara sebagai berikut:

  • Mars PKK oleh ibu-ibu anggota PKK Desa Sidoharjo
  • Mars PIK remaja oleh anggota PIK-R ‘Taruna Ceria’
  • Kata sambutan oleh ibu Harini sebagai ketua PIK-R ‘Taruna Ceria’
  • Kata sambutan oleh bapak Siswoyo sebagai Kepala Desa Sidoharjo
  • Tari-taarian tradisional dan modern oleh anak-anak dan remaja
  • Operet remaja
  • Band-band dari Desa Sidoharjo
  • Bintang Tamu: Atap Band

Acara terbuka ini dihadiri oleh hampir semua warga Desa maupun hadirin dari luar. Semua tumplek blek menjadi saksi keriuhan pentas seni.

Tarian bergenre tradisonal, moden dance, sampai boyband dan girlband ikut memeriahkan acara malam tersebut.

Salah satu hal yang paling ditunggu adalah operet remaja yang penampilannya pada tahun sebelumnya sukses menggemparkan dan membuat decak kagum penonton, malam itu kembali hadir. Pada tahun sebelumnya, operet remaja ini mengusung judul ‘Suminten Edan’, telah sukses menghipnotis penonton. Membawa para bapak ibu warga Desa Sidorjo pada memori masa muda mereka, dimana operet adalah tontonan menarik dan ditunggu.

Pada tahun 1989 operet sempat menyita perhatian dan kecintaan masyarakat. Maka tidak heran bila antusiame penonton meruah. Apalagi yang tampil ini adalah generasi muda, anak-anak mereka yg tergabung dlm PIK-R, sedikit banyak menostalgiakan angan mereka.

Penampilan operet malam itu bertajuk ‘Lair Sajroning Kubur’ atau bisa dialihbahasakan menjadi ‘Beranak Dalam Kubur’. Penonton seperti mengikuti alur dengan hikmat. Pun suasana yang di set sedemikian rupa sehingga penonton seperti berada dalam suasana mistis. Sebagian tampak merinding saat setan bergentayangan. Ditambah lagi pocong yang menghampiri ke tempat duduk penonton satu persatu. Aroma menyan menyeruak rongga hidung. Banyak yang berteriak ketakutan. Bahkan sekumpulan lelaki berperawakan garang yang tengah meonton pun lari tunggang langgang.

Selanjutnya penampilan band-band lokal Desa Sidoharjo menambah riuh antusiasme penonton malam itu. Tapi, kesenangan tidak berhenti disini saja. Bintang tamu malam itu, Atap Band, telah ditunggu-tunggu. Mood penonton terdongkrak dengan lagu-lagu yang dibawakan Band ini.

Mengenai Atap Band Sendiri, merupakan band yang hampir seluruh anggotanya adalah warga Des Sidoharjo. Reputasi mereka di Pati tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti, permainan mereka sanggup membikin nyaman kuping pendengar malam itu.

Singkatnya, acara yang bertajuk Pentas Seni ini menuai banyak pujian dan tentu saja mempererat kekeluargaan antar warga Desa Sidoharjo. Dengan harapan, semoga ke depan lebih baik lagi dalam peyelenggaraannya, dan PIK-Remaja akan bisa menjadi wadah penyaluran aspirasi positif pemuda Desa Sidoharjo.


Dalam berhubungan antar mahluk -manusia, hewan, dan tumbuhan- dalam kehidupan, keharmonisan sudah selayaknya dijaga. Antar ketiganya memang sudah patut untuk membina persahabatan erat. Melompat ke tanggal 13 Januari 2012 hmpir tengah malam, pengalaman dengan binatang lainnya. Kembali dengan binatang dengan embel-embel ‘pohon’ di belakangnya.

Pengalaman yang berikut merupakan pembuktian bahwa mahkluk hidup yang bernama pohon mengitari manusia dengan bermacam gunanya. Mulai dari daun hingga akar. Tercatat ada ribuan jenis pohon di dunia. Katak merupakan binatang yang memanfaatkan pohon sebagai tempat hidupnya. Dekat dengan manusia. Hidup di sekitar kita, terutama bila hari hujan. Meramaikan malam dengan suaranya yang khas. Mengingatkan kita akan salah satu larik lagu:

Kodok ngorek, kodok ngorek

Ngorek pinggir kali,

Teot teblung, teot teblung,

Teot teot teblung

Mendengar lirik tersebut pastilah ingtan melayang pada lagu masa kanak-kanak. Binatang yang eksis di muka bumi sebagai inspirasi. Ia melanglang buana dalam di dunia dongeng dalam maupun luar negeri.

Pada suatu linimasa, dikisahkan seorang putri yang tidak sengaja mencium katak. Dan ‘wuzz’, katak berubah manjadi pangeran. Kisah ‘Pangeran Kodok’ ini begitu melegenda. Demikianlah istilah ‘katak’ dan ‘kodok’ seringkali dipertukarkan penggunaannya.

Lalu, bagaimana membedakan katak dengan kodok? Katak memiliki kulit halus dan kaki belakang yang panjang untuk melompat, dan biasanya mereka terdapat di daerah berair. Sedangkan kodok memiliki kulit kasar dan kaki belakang yang pendek, bisanya hidup di daerah kering.

Dengan demikian, bila melihat binatang serupa kodok, berkaki panjang dan suka menempel pada pohon, tempat-tempat basah, maka dialah katak.

Seperti kebanyakan hewan Amfibi lainnya, katak meninggalkan telurnya di air. Berudu atau kecebong yang kecil akan menetas dari telur tersebut dan bernafas di dalam air, layaknya ikan. Berudu ini lantas berkembang dan mengalami perubahan. Kaki mereka tumbuh dan bisa melompat ke daratan. Mereka mulai bernafas di udara. Ekornya lalu memendek, dan menghilang.

Dan sumber Wikipedia menyatakan bahwa dikarenakan bentuknya yang lucu dan dapat melompat-lompat, tidak pernah menggigit dan tidak membahayakan, maka anak-anak menyukainya. Utntuk pernyataan tersebut, saya tidak menyetujui setengahnya. Yang benar saja? Semasa kanak-kanak saya bahkan sudah tidak menyukai katak. Menyentuhpun tidak. Mungkin dalam gambar dengan bentuk yang imut, dalam bentuk boneka, saya suka melihatnya. Bahkan saya penggemar ‘keroppi’. Namun, bila dalam bentuk binatang dan masih hidup, masih bernafas, dan masih sehat? No way! Kemungkinan besar yang dimaksudkan oleh Wikipedia tersebut adalah kodok. Karena ia berkaki pendek yang artinya lompatannya tidak terlalu tinggi. Maka wajarlah bila anak kecil akan gemas melihatnya, pun lebih mudah dikejar bila kabur.

Satu kejadian terakhir pada pertengahan Januari lalu menjelang tengah malam.

Masih segar dalam ingatan saya kala itu. Dengan santai mengganti channel televisi sembari menyesap minuman hangat. Suasana hujan rintik di luar meramaikan malam dingin. Kesekian kali sudah saya ganti saluran televisi dan menemukan acara yang saya sukai. Terlarut dalam kesenangan dan terlupa akan suasana dingin akibat hujan. Hati merasa tenang karena pintu kos tertutup, meski tidak bisa sepenuhnya dikatakan begitu. Memang pintu tertutup, tapi kaca yang seharusnya menutup bagian berlubang pintu tersebut raib. Maka jadilah pintu yang tertutup tapi tidak berkaca.

Tanpa merasakan firasat apapun, malam itu suara keras menghantam lantai seperti karet licin basah yang sengaja dijatuhkan. Sontak menengok ke sumber suara, seekor katak berwarna cokelat dengan kaki-kaki panjang, melompat setinggi satu setengah meter di hadapan saya.

Segenap pancaindera dan batin saya sungguh tidak siap melihat atraksi yang satu ini. Tentu saja sangat tidak saya harapkan. Merusak suasana. Refleks saya berteriak kepada adik saya yang kala itu sedang di kamarnya. Sepersekian detik setelah saya membuka mulut, detik itu pula katak melompat masuk ke dalam kamar, berhadapan dengan adik saya yang masih melongo. Dan seperti gugup, ia melompat untuk kedua kalinya untuk kemudian nyungsep di belakang dispenser. Mungkin saja kebiasaan sehari-hari katak ini untuk bersembunyi di belakang dispenser, atau akibat kegugupan semata, binatang yang tiba-tiba muncul malam itu telah sukses mengantarkan saya pada ketakutan yang amat dalam dan beralasan.

Memori tiba-tiba teringat pada katak jenis ini yang suka menempel pada dinding porselen kamar mandi. Meskipun diam saja, tapi warna yang gelap seperti hendak menteror saya. Meskipun di dunia ini ada manusia pecinta katak, saya yakin, saya bukan salah satunya.

Informasi yang saya peroleh dari kawan saya, jenis ini disebut bencok. Konon punya cairan yang apabila mengenai mata, maka akan berbahaya. Terlepas dari benar atau tidaknya hal ini, apapun itu, info yang menakutkan serta negative lebih mudah terretas dalam otak. Apalagi pada saat genting seperti yg saya alami kala itu. Untuk coba membuktikan kebenaran tentang cairan katak ini pun saya tepis jauh. Boro-boro, melihat bentuknya yang masih hidup tersebut saja membuat bergidik. Ditambah kemampuan melompat setinggi satu setengah meter.

Kejadian tersebut bagi saya dan adik membuat kami ketakutan. Sontak saya dan adik mengetuk pintu teman kos adik saya yang kamarnya tepat berada di sebelah. Ketika ia mengetahui peristiwa barusan, kami ditampungnya untuk semalam. Sekedar numpang tidur di kamar sebelah.

Barulah keesokan harinya adik saya melaporkan hal ini kepada pemilik kos, yang kemudian membereskan katak tersebut.

Hal berikutnya yang terlintas dalam kepala saya adalah rasa penasaran. Ketertarikan pada spesies katak yang bertamu dan berkemampuan ala pendekar kungfu ini menuntun saya pada pencarian singkat dunia maya. Darinya lah saya tahu nama ilmiah katak ini adalah Polypedates leucomystax.

Klasifikasi Ilmiah Katak Pohon Bergaris (Polypedates leucomystax)

Kingdom Animalia

Phylum Chordata

Class Amphibia

Order Anura

Family Rhacophoridae – keluarga katak semak, katak lumut, katak pohon, katak terbang (shrub frogs, bush frogs, moss frogs, tree frogs, flying frogs)

Genus Polypedates – marga katak ‘whipping’ (whipping frogs)

Species Polypedates leucomystax

Katak jenis ini banyak memiliki nama umum, antara lain: Striped Tree Frog, Four-lined Tree Frog, Common Tree Frog, Banana Frog, Common SouthEast Asian tree frog, Java whipping frog (Inggris); létavka obecná (Republik Ceko); cehay, cekay (Sunda); perkak (Banyumas).

Sinonim ilmiah untuk nama katak ini antara lain: Hyla leucomystax Gravenhorst, 1829; Rhacophorus leucomystax (Gravenhorst, 1829); Polypedates rugosus Duméril & Bibron, 1841.

Sedikit menjelaskan klasifikasi ilmiah di atas, filum chordata adalah kelompok hewan. Terbagi menjadi dua macam, vertebrata dan invertebrate. Fase hidup katak bermetamorfosa dari berudu yang tampaknya seperti invertebrate, memiliki notokorda (embrio dengan tubuh seperti batang yang fleksibel), tali saraf dorsal berongga, pharyngeal slits (organ penyaring makanan), endostyle (alur memanjang di dinding pangkal tenggorokan menghasilkan lendir untuk mengumpulkan partikel makanan), dan ekor berotot yang melewati anus.

Katak pohon berukuran sedang, jari kaki depan dan belakang melebar dengan ujung rata, kulit kepala menyatu dengan tengkorak, jari kaki depan setengahnya berselaput. Tekstur kulit halus tanpa indikasi adanya bintil-bintil atau lipatan, bagian bawah berbintil halus. Warna coklat kekuningan satu warna atau dengan bintik hitam atau dengan empat atau enam garis yang jelas memanjang dari kepala sampai ventral, bagian bawah kuning dengan bintik-bintik coklat, dagu coklat tua. Uuran tubuh jantan 50 mm dan Betina 80 mm.

Sering ditemukan pada tumbuhan sekitar rawa, hutan sekunder, bahkan mendekati hunian manusia, Karena tertarik oleh serangga di sekeliling lampu, hidup dari dataran rendah sampai 1.400 mdpl. Persebaran hewan ini di dunia meliputi beberapa Negara: India, Cina Selatan, Indo-Cina, Indonesia. Di Indonesia sendiri persebarannya meliputi pulau Sumatera, Bangka, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,Nusa Tenggara dan Irian Jaya (Mistar: 2003).

Nama yang tertera di belakang nama taksonomi merupakan nama orang yang pertama kali memberi deskripsi atau gambaran mengenai takson tersebut (deskriptor). Nama deskriptor ditulis dalam tanda kurung jika suatu spesies digolongkan dalam genus yang berbeda dari yang berlaku sekarang.

Sumber:

indonesiaindonesia.com/f/39090-perbedaan-reptil-amfibi-katak-kodok

jujujitu.blogspot.com/2011/05/polypedates-leucomystax-katak-pohon.html

Mistar & D.T. Iskandar. 2003: Panduan Lapangan Amfibi di Kawasan Ekosistem Leuser. The Gibbo Foundation, PILI-NGO Movement.

Wikipedia.com